Ruko Tlagarejo, Jl. Ngapak - Kentheng KM. 5 No. 2, Area Sawah, Banyuraden, Kec. Gamping, Kab. Sleman, DI Yogyakarta 55293

Berita & Informasi Terkini dari BPR Danamas Prima

Temukan kabar terbaru seputar kegiatan, inovasi layanan, serta perkembangan BPR Danamas Prima. Kami hadirkan informasi aktual sebagai bentuk transparansi dan kedekatan kami dengan nasabah dan mitra.

LOWONGAN PEKERJAAN — ACCOUNT OFFICER PT. BPR Danamas Prima
Baca Selengkapnya

LOWONGAN PEKERJAAN — ACCOUNT OFFICER PT. BPR Danamas Prima

 

LOWONGAN PEKERJAAN — ACCOUNT OFFICER
PT. BPR Danamas Prima

PT. BPR Danamas Prima membuka kesempatan berkarier bagi para profesional muda yang berintegritas, berorientasi pada target, dan tertarik mengembangkan karier di bidang perbankan. Saat ini kami membutuhkan tenaga untuk posisi:

Account Officer (AO)

Kualifikasi:

  • Pria/Wanita
  • Pendidikan minimal D3 (semua jurusan)
  • Memiliki pengalaman dan minat di bidang marketing, terutama perbankan
  • Jujur, disiplin, dan bertanggung jawab
  • Sanggup bekerja dengan target
  • Berdomisili di Yogyakarta

Cara Melamar:
Kirimkan CV dan lamaran lengkap Anda ke:

Batas Waktu Pengiriman: 10 Oktober 2026

Hanya kandidat yang memenuhi kualifikasi yang akan diproses ke tahap selanjutnya.

PT. BPR Danamas Prima
Jl. Godean Km 5, Ruko Pasar Tlogorejo No. 2, Sleman
Telepon: (0274) 621-957 / 626408
Website: bprdanamasprima.com | Instagram/TikTok/Facebook: @bpr_danamasprima

PT. BPR Danamas Prima berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Erupsi Menerus Anak Krakatau Berakhir Usai 25 Jam, Ganti Letusan Strombolian
Baca Selengkapnya

Erupsi Menerus Anak Krakatau Berakhir Usai 25 Jam, Ganti Letusan Strombolian

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi selama 4-6 September 2026 mengakibatkan sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah Jawa dan Sumatra. Berbagai dampak terjadi mengingat turunnya abu vulkanik bisa berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Berdasarkan data dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi lagi pada Minggu (06/09) pukul 20.23 WIB dengan durasi 44 detik yang tercatat di seismograf.

Sebelumnya, erupsi berdurasi 16 detik terekam juga pada pukul 07.10 WIB.

Analisis citra satelit pada Minggu (06/09), pukul 08.00 WIB, pun menunjukkan ada dua klaster sebaran abu vulkanik.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Andri Ramdhani menjelaskan klaster pertama berkaitan dengan abu vulkanik pada ketinggian hingga 20.000 kaki yang bergerak ke arah timur laut hingga selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya.

Sementara pada klaster kedua berkaitan dengan ketinggian hingga 50.000 kaki, abu bergerak ke arah barat daya hingga barat laut mencakup Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia.

Jadi, apa yang mengakibatkan erupsi kali ini menimbulkan sebaran abu vulkanik yang luas? Apa pula potensi dampaknya dan bagaimana mitigasi bencana seharusnya disiapkan?

Mengapa sebaran abu vulkanik meluas pada erupsi kali ini?

Profesor klimatologi dan perubahan ikllim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, sebaran abu vulkanik yang meluas kali ini dipicu letusan piroklastik yang terjadi pada Jumat, 4 September 2026, pukul 23.00 WIB.

Meski status Gunung Anak Krakatau sudah ditetapkan naik menjadi level III sejak 2 Juli 2026, aktivitas erupsinya yang sering terjadi saat itu masih berskala kecil dengan kolom yang rendah sehingga abu vulkaniknya hanya beredar tidak jauh dari kawasan sekitar.

"Kali ini, erupsinya besar. Daya dorongnya beda. Ketinggian kolomnya juga diestimasikan sekitar 13-17 kilometer berada persis di area atas gunungnya. Itu sudah batas atas troposfer," kata Erma saat dihubungi.

Dengan ketinggian kolom itu, arah angin juga berpengaruh pada luasnya sebaran abu vulkanik tersebut. Menurut Erma, sebagian besar abu tertiup menuju ke barat karena angin dari timur yang kuat, arahnya ke Samudera Hindia.

Sedangkan untuk abu yang sampai ke daratan, sebagian berputar di sejumlah kawasan dan turun karena pengaruh gravitasi bumi. Ada juga yang didorong angin laut yang kuat pada waktu-waktu tertentu.

"Makanya ada hujan abu. Proses ini bisa berhari-hari karena menunggu semuanya turun. Karena itu, harus dipantau terus," ucapnya.

TWIBBON IDUL FITRI 1447 H/2026
Baca Selengkapnya

TWIBBON IDUL FITRI 1447 H/2026

Link Twibbon Idul Fitri 2026 Gratis dan Terbaru: Desain Estetik untuk Ucapan Lebaran Viral di Media Sosial

 

1. https://www.twibbonize.com/idulfitri1447-ldii

2. https://www.twibbonize.com/idulfitri2026byrichardtandy13

3. https://www.twibbonize.com/jihannabilahariraya

4. https://www.twibbonize.com/familyidulfitri2026

5. https://www.twibbonize.com/eidmubarok26-gs2

6. https://www.twibbonize.com/reviewsteknologiku-tech-ftr4

7. https://www.twibbonize.com/eidmubarok26-gs1

8. https://www.twibbonize.com/idulfitri-1447h-2026

9. https://www.twibbonize.com/twwibonidulfitri1447h

10. https://www.twibbonize.com/reviewsteknologiku-tech-ftr11

11. https://www.twibbonize.com/reviewsteknologiku-tech-ftr1

12. https://www.twibbonize.com/reviewsteknologiku-tech-ftr6

13. https://www.twibbonize.com/lebaran2026

14. https://www.twibbonize.com/idulfitriara06

15. https://www.twibbonize.com/idulfitristarpro1

 

Cara Pasang Twibbon idul fitri 2026

Berikut ini langkah-langkah untuk memasang twibbon Idul fitri 2026

  • Buka situs resmi Twibbonize melalui tautan twibbonize.com
  • Login menggunakan akun email yang masih aktif.
  • Setelah berhasil masuk, klik tombol "Start Campaign".
  • Di kolom pencarian, ketikkan "HUT RI ke-80" untuk menemukan desain Twibbon yang sesuai.
  • Setelah menemukan desain yang cocok, klik tombol "Browse Image" untuk mengunggah foto yang ingin Anda gunakan.
  • Atur posisi dan ukuran foto sesuai selera menggunakan fitur pengeditan yang tersedia.
  • Jika sudah selesai, klik tombol "Download" di pojok kiri atas layar.
  • Sekarang, Twibbon bertema HUT RI ke-80 Anda sudah siap untuk diunduh dan dibagikan ke media sosial favorit Anda.
Pemerintah Resmi Tetapkan Kebijakan WFA pada 16-17 dan 25-27 Maret
Baca Selengkapnya

Pemerintah Resmi Tetapkan Kebijakan WFA pada 16-17 dan 25-27 Maret

Jakarta. Pemerintah resmi menetapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA/kerja dari mana saja) pada periode libur Lebaran 2026 dan mengimbau perusahaan untuk tidak memotong jatah cuti tahunan pegawai.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merinci skema WFA berlaku pada 16 dan 17 Maret 2026 pada arus mudik serta 25, 26, dan 27 Maret 2026 pada arus balik.

“Untuk mengoptimalkan mobilitas masyarakat dan memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan selama libur Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri, diberikan fleksibilitas dalam penetapan hari kerja,” ungkap Menko Airlangga, Selasa (10/2/206).

Ia menyebut kebijakan itu berlaku untuk aparatur sipil negara (ASN) maupun pekerja swasta. Menko Airlangga pun menggarisbawahi, kebijakan itu merupakan skema kerja fleksibel (flexible working arragement), bukan menetapkan hari libur bagi pekerja.

Sejalan dengan itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meminta perusahaan untuk tidak menghitung pelaksanaan WFA sebagai cuti tahunan. “Pekerja atau buruh yang melaksanakan WFA tetap menjalankan pekerjaan sesuai dengan tugas dan kewajibannya. Oleh karena itu, pelaksanaan WFA tidak diperhitungkan sebagai cuti tahunan,” ujarnya.

Di samping itu, Menaker juga meminta pemberi kerja untuk membayarkan upah bagi pekerja selama WFA sesuai dengan upah yang diterima saat melaksanakan pekerjaan di tempat biasa bekerja atau sesuai dengan upah yang disepakati.

Jam kerja dan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan pun diminta untuk diatur sedemikian rupa oleh perusahaan agar pekerjaan tetap produktif.

Menaker juga merinci sektor pekerjaan yang dikecualikan dari kebijakan WFA, di antaranya kesehatan, perhotelan, pusat perbelanjaan, manufaktur, industri makanan dan minuman, serta sektor esensial lain yang berkaitan dengan kelangsungan produksi atau pabrik.

Ia meminta pemerintah daerah dan perusahaan untuk melaksanakan kebijakan WFA agar target pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 dapat tercapai dengan tetap menjaga produktivitas kerja.

“Hal-hal tersebut selanjutnya akan kami sampaikan melalui surat edaran kepada gubernur, bupati, dan wali kota,” tutur Menaker.

Tips Keuangan ala Menkeu Purbaya: Suka Belanja Jangan Ngutang, Mau Investasi Jangan FOMO...
Baca Selengkapnya

Tips Keuangan ala Menkeu Purbaya: Suka Belanja Jangan Ngutang, Mau Investasi Jangan FOMO...

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berpesan agar masyarakat tidak berutang meski gemar berbelanja. Hal itu ia sampaikan saat dimintai tips berbelanja yang bijak oleh wartawan usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/9/2025). Menurut Menkeu, berbelanja harus sesuai dengan kemampuan keuangan masing-masing. "Belanja enggak apa-apa. Belanja mau yang mahal, mau yang murah, tapi sesuaikan dengan kantong anda sendiri, jangan ngutang," ujar Purbaya, dilansir dari tayangan YouTube Kompas TV, Rabu (17/9/2025).

Saran investasi untuk anak muda

Selain itu, Purbaya juga memberikan saran kepada anak muda yang ingin melakukan investasi.

Ia bilang, apa pun instrumen investasinya, sebaiknya dipelajari dengan baik. Purbaya juga mengingatkan agar anak muda tidak latah dalam memilih instrumen investasi hanya karena takut ketinggalan atau fear of missing out (FOMO). "Kalau mau berinvestasi ya, di instrumen apa pun, pelajari instrumen itu apa. Jangan ikut-ikutan orang, jangan FOMO, fear of missing out. Pelajari instrumennya apa, maka Anda, mereka pasti berhasil," jelasnya.

Dorong belanja anggaran dimaksimalkan.

Pada kesempatan yang sama, Menkeu Purbaya sempat merespons soal pandangan yang membandingkan dirinya dengan sosok Menkeu sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati. Sejumlah pakar ekonomi menilai, ibarat bermain bola, kebijakan fiskal Purbaya lebih menerapkan strategi menyerang sedangkan Sri Mulyani nyaman dengan strategi bertahan. Purbaya bilang, apa yang dilakukannya saat ini merupakan usaha untuk menjalankan kebijakan fiskal yang baik. Yang mana ia lebih mendorong anggaran yang ada untuk dibelanjakan secara maksimal.

"Saya enggak tahu, yang saya tahu beginilah cara menjalankan fiscal policy yang baik. Saya enggak pernah main bola juga, enggak jago. Mungkin kalau mainnya saya ketinggalan terus, sudah tua," kata Purbaya "Tapi basically pada dasarnya itu, ilmu fiskal yang wajar seperti ini. Ketika Anda punya, Anda sudah anggarkan, habisin. Kalau enggak berani habisin, jangan didesain, jangan direncanakan, itu saja," tegas mantan bos Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu.

 

Bos OJK Blak-blakan Efek Penempatan Dana Rp 200 T Pemerintah ke Bank
Baca Selengkapnya

Bos OJK Blak-blakan Efek Penempatan Dana Rp 200 T Pemerintah ke Bank

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar buka-bukaan efek masuknya dana pemerintah senilai Rp 200 triliun ke sistem perbankan sejak Jumat (12/9). Beberapa efeknya diklaim sudah mulai terasa.
Mahendra mengatakan efek pertama ialah likuiditas di perbankan yang sudah melimpah. Hal itu tercermin dari kenaikan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga atau AL/DPK yang balik ke posisi normalnya yakni di atas 20%.

"Dengan adanya masukan dana Rp 200 triliun ini sekarang sudah berada di atas 20% dan memang 20% itu threshold yang baik untuk mengukur likuiditas suatu bank," ujar Mahendra usai bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (16/9/2025).
 

Efek kedua ialah makin besarnya ruang perbankan untuk gencar menyalurkan kredit atau pinjaman ke masyarakat. Terlihat dari menurunnya rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) yang kembali ke bawah level 90%

"Dengan adanya dana Rp 200 triliun ini maka LDR mereka sekarang turun di bawah 90% sehingga memberikan ruang lebih besar bagi bank-bank itu untuk memberikan pinjaman, kredit kepada debitur," tutur Mahendra.

Mahendra memastikan menyerahkan sepenuhnya kepada perbankan untuk mulai menyalurkan kredit atau pinjaman ke sektor-sektor produktif. Hanya saja ia menyarankan kepada Purbaya agar bisa dirinci proyek prioritas yang diharapkan pemerintah bisa menerima pembiayaan tersebut.

"Kami tadi mohon arahan kepada Pak Menteri Keuangan, sektor-sektor prioritas yang kiranya diharapkan oleh pemerintah menjadi salah satu kemungkinan dari saluran pembiayaan maupun kredit itu yang nanti akan terus kita lakukan koordinasi dan kerja sama," ujar Mahendra.

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya menyerahkan sepenuhnya kepada bank untuk berpikir keras mencari proyek prioritas yang bagus agar dana Rp 200 triliun bisa disalurkan dan menggerakkan ekonomi.

"Sekarang dengan uang itu mereka berpikir dan harusnya market based ya. Mereka akan mencari proyek-proyek yang memberikan return paling tinggi dan yang paling aman dulu," imbuh Purbaya.

Showing results 1-6 of 18